Life between the edge of Bromo mountain

Life between the edge of Bromo mountain

Aku ketemu mbah ini saat hunting foto di Jurang Kuali… beliau berjalan kaki melalui jalan berbatu-batu, curam dan naik turun menuju ke tegalan (sawah), pulang pergi… hmphhh… benar-benar mbah yang tangguh

Mencegat Pembeli : Mampir dulu sepulang dari tegalan

Ditempat yang sempit dan terjal, ada pasar kecil yang berjualan berbagai macam kebutuhan sehari-hari… dari sayur mayur, tempe tahu, buah, sampai makanan kecil seperti gorengan.. namun ada juga yang berjualan handphone, tape compo dan vcd player seperti bapak diatas…

Mencegat pembeli, setelah lelah bekerja seharian di tegalan,  merupakan peluang yang terbuka bagi bapak-ibu pedagang disini…

Tetap tersenyum dalam "kegelapan"

Mbah Putri ini, duduk di samping rumahnya yang berdinding bambu..  Tersenyum kepada saya dan menyapa.. Setelah saya datangi, dan mengajaknya ngobrol, ternyata beliau kehilangan penglihatannya… dan enggak bisa lihat saya tentunya..

Tapi tetep tersenyum dan berbagi cerita tentang kesehariannya… duhhhh…. di tengah ramainya geliat pariwisata.. adakah yang merangkul mbah putri ini dan menemaninya ngobrol di sore hari sambil minum secangkir teh?

Posted on 18 Mei 2011, in Bromo, Capture! and tagged , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. tolong juga gambar wanita tengger yg sedang menggendong dagangan atau hasil bumi ke puncak bromo,moga sukses selalu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: